Penggunaan Analytic Hierarchy Process Dalam Menentukan Faktor Keterlambatan Pada Proyek Rehabilitasi Dan Renovasi Stadion Teladan Kota Medan

Authors

DOI:

https://doi.org/10.56911/jik.v5i1.192

Keywords:

Metode AHP, Keterlambatan Proyek, Renovasi, Rehabilitasi

Abstract

Pada proses untuk mencapai tujuan proyek terdapat batasan yang perlu terwujud, yaitu biaya, jadwal, dan mutu. Ketiga kinerja tersebut kerap dipakai sebagai sasaran utama dalam pelaksanaan proyek yang disebut triple constraint. Berdasarkan analisis kurva s, progres proyek mengalami keterlambatan sejak bulan Januari dengan deviasi -3,36% dengan progres rencana 57,91%, pada bulan februari meningkat -7,69% dengan progres rencana 68,54%, hingga bulan Mei proyek memiliki deviasi -3,28% dengan progres rencana 76,77%, sedangkan proyek ditargetkan selesai pada bulan Juni, sehingga  dapat disimpulkan proyek mengalami keterlambatan. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) yang bertujuan untuk menentukan bobot prioritas dari kriteria dan sub-kriteria yang menyebabkan keterlambatan pada proyek. Kriteria yang digunakan yaitu faktor Manusia, faktor Manajemen Pelaksanaan Kontraktor, dan faktor Material. Hasil penelitian menunjukan bahwa yang menyebabkan keterlambatan pada Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Stadion Kota Medan yang paling dominan menurut Konsultan Manajemen Konstruksi adalah faktor Manusia  karena Jumlah Tenaga Kerja Kurang. Sedangkan menurut Kontraktor adalah faktor Manajemen Pelaksanaan Kontraktor karena Perubahan Design dan Volume.

Downloads

Published

2026-06-30

Issue

Section

Artikel